Kolom Sosial Politik

Monyet juga “KULIAH”

55views

 

Oleh Ridhazia

Fenomena monyet turun gunung dan bermigrasi ke kota Bandung sudah lama terjadi. Muncul pertama kali terlihat di atap rumah dan toko di Kawasan Dago, lalu menyusuri pemukiman penduduk di daerah Jalan Supratman, menyeberang ke Kiaracondong dan tiba gilirannya “kuliah” di Kampus UIN Bandung.

Ada dugaan, monyet ekor panjang (macaca fascicularis) itu berasal dari habitatnya yang sudah terganggu ulah manusia di kawasan hutan subtropis Tahura Djuanda di Utara Kota Bandung. Pergerakannya pun berkelompok. Satu kelompok 8 ekor yang dikomandani monyet jantan.

Berdasarkan Internasional Union for Conservation Nature (IUCN) monyet ekor panjang sudah lama mengalami perubahan status dari rentan (vunerable) menjadi terancam punah (endangered). Diprediksi populasinya menurun hingga 40 persen selama 50 tahun terakhir.

Jangka hidup hewan liar di pemukiman manusia kira-kira 15-25 tahun. Berbanding terbalik, jika di alam liar hidupnya tidak lebih dari 15 tahun saja.

Suka Martabak dan Kopi

Secara alami primata yang satu ini memiliki tingkat kemampuan adaptasi yang tinggi. Bahkan termasuk kelompok hewan pemakan segalanya (omnivora). Tak terkecuali memakan makanan olahan yang lazim dimakan manusia.

Jika tidak ada buah-buahan, serangga, jamur, telur burung, kulit pohon yang ditemui di hutan, hewan ini kalau sudah bermigrasi ke kota juga suka melahap nasi goreng, martabak, roti, kopi susu. Dan, rutin muncul di pemukiman manusia setiap pagi antara pukul 07.00-10.00.

Isyarat Bencana Alam

Adalah Ketua Museum Zoologi Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati di Institute Teknologi Bandung (STH ITB) yang menduga fenomena kemunculan binatang primata diperkotaan, menjauh dari habitatnya di hutan sebagai isyarat bakal ada bencana alam. Selain tersingkir akibat seleksi alam.

Meski monyet-monyet ini merapat ke pemukiman penduduk, disarankan tetap hati-hati. Sebab hewan ini bukan saja liar dan galak juga berbahaya karena menularkan penyakit rabies dan hepatitis. Penularan ini bisa melalui gigitan atau cakaran. *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response