Kolom Sosial Politik

Pebola Dunia Hijrah Ke SAUDI ARABIA

108views

 

Oleh Ridhazia

Kylian Mbappé Lottin pebola profesional Paris Saint-Germain dan tim nasional Prancis ditawari kontrak fantastis dari Al-Hilal. Jika disepakati, ia akan menjadikan sang striker sebagai pemain termahal di dunia. Diperkirakan pebola PSG Prancis ini dikontrak Rp1,3 miliar per jam.

Hijrahnya pemain bintang Eropa ke Saudi Arabia diawali oleh Cristiano Ronaldo ke Al-Nassr akhir tahun lalu, sejumlah bintang lainnya kini mengikuti jejaknya untuk berkarier di Arab Saudi. Antara lain Karim Benzema, N’Golo Kante, Edouard Mendy, Roberto Firmino hingga Kalidou Koulibaly. Semuanya telah bergabung dengan klub baru di negara muslim untuk mengikuti proyek Saudi Pro League.

Tidak masuk akal

Media Eropa memberitakan tawaran hijrah pebola berkelas dunia ke Arab Saudi sebagai hal yang tidak masuk akal. Merogoh kocek sangat dalam untuk mendatangkan bintang-bintang Eropa bukan hanya sekadar besar, juga dianggap sebagai langkah sangat gila.

Otoritas sepakbola Eropa khawatir dengan masa depan olahraga sepakbola dunia jika pengusaha tajir dari Timur Tengah menguasai olahraga ini. Bahkan sejumlah tokoh bola di Eropa kini berinisiatif untuk menerbitkan aturan yang ketat untuk mencegah klub berurusan dengan tim di Saudi Pro League.

Menghujam Eropa

Pangeran Arab Mohammed bin Salman sudah membeli Newcastle, sedangkan pangeran Abdullah bin Mosaad bin Abdulaziz Al Saud sudah lebih dulu menginjakkan kaki di Liga Inggris.

Keduanya membeli separuh kepemilikan klub pada 2013. Bahkan sejak tahun lalu menjadi pemilik penuh usai memenangi pertarungan hukum dengan pemilik lama, Kevin McCabe.

Sejak 2011 silam, Qatar Sports Investments membeli klub Prancis, Paris Saint-Germain. Grup yang dipimpin oleh pengusaha kelahiran Oman, Nasser Al-Khelaifi, ini merupakan anak usaha dari Otoritas Investasi Qatar (QIA), yang mengelola kekayaan negara dan memastikan PSG salah satu klub terkaya di dunia.

Keberhasilan Manchester City menembus level elite Inggris dan menjuarai Premier League tak lepas dari kekuatan finansial pemiliknya, Sheikh Mansour. Keluarga Kerajaan Uni Emirat Arab ini membeli Man City pada 2008 silam dan menggelontorkan dana besar untuk mengangkat prestasi klub.

Kehadiran bangsa Arab diwakili oleh pengusaha Yordania Hasan Abdullah Ismaik. Ia membeli 60% saham klub pada 2011.untuk meemastikan penguasaan liga Jerman namun hak suaranya dibatasi hanya 49% karena aturan sepakbola di Jerman. *

* Ridhazia, disen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, pegila bola, kolumnis, pemerhati komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Penyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response