Kolom Sosial Politik

Puisi Sang MILITAN

30views

 

Oleh Ridhazia

Militan sebagai kata sifat. Identik dengan berjuang atau berperang. Diserupakan seseorang yang memiliki karakter bertempur secara agresif, khususnya dalam menghadapi (suatu) perkara.

Tak ada alasan menyerah jika sudah terlibat dalam peperangan atau pertempuran. Tak terkecuali perbedaan orientasi politik. Seluruh energi seorang militan hanya terpusat pada pikiran dan perasaan optimis menang. Ia memilih konfrontasi dan menjauhi kompromi.

Kunci penting dalam membangkitkan diri sebagai militan selalu bersemangat dan percaya diri. Ia harus mampu menciptakan atmosfer positif dan mengubah mindset untuk selalu menang meski dalam dalam momen-momen sulit, dan posisi bakal kalah.

Militan juga menyiratkan watak berperang tetapi tidak menunjukkan egoisme melainkan pengabdian pada suatu tujuan, gerakan, atau prinsip. Ia akan mencuri kesempatan untuk mendominasi forum jika perlu tanpa menghiraukan hak-hak dan perasaan orang lain.

Puisi Sang Militan

Aku adalah arsitek takdirku sendiri
Aku adalah penulis cerita hidupku sendiri, dan setiap hari adalah halaman baru yang menanti untuk diisi.

Di setiap tantangan, aku menemukan keberanian untuk melangkah maju. Hidup ini adalah petualangan yang menunggu untuk dijelajahi.

Jangan biarkan bayangan masa lalu mengaburkan sinar mentari masa depan. Aku melangkah ke depan dengan hati penuh harapan.

Aku adalah bintang yang lahir dari kegelapan, bersinar dengan keindahan yang tak terbatas.Kesuksesan bukanlah tujuan akhir, melainkan perjalanan tanpa henti. Aku menikmati setiap langkahnya.

Dalam setiap kegagalan, aku menemukan pelajaran berharga. Aku semakin kuat setiap kali aku bangkit. Hidup adalah tarian, dan aku menari dengan ritme kebahagiaan dan keberanian.

Jika aku takut, itu artinya aku sedang tumbuh. Aku adalah pahlawan dalam kisah perkembangan diriku sendiri. Setiap langkahku membawa aku lebih dekat ke versi terbaik diriku.

Keberanian bukanlah ketiadaan ketakutan, melainkan kemampuan untuk mengatasi ketakutan. Aku adalah pemenang.

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, Kota Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response