Kolom Sosial Politik

Sudah Tiba Panen STIGMA

84views

 

Oleh Ridhazia

Acap kali kompetisi politik menjadi ruang publik paling rentan dengan stigma negatif. Terutama di media sosial. Yakni prasangka yang cenderung mendiskreditkan seseorang dengan atribut terburuk.

Pasal yang kerap memantik sikap demikian menurut penelitian aliran psikologi positif bukan semata-mata alasan perbedaan ideologi atau bendera partai, tapi karena melimpahnya perasaan dan pikiran kebencian pada lawan politiknya.

Bagi penyuka kebencian membuat atribut dan pencitraan lawan politik dengan stereotip buruk sepertinya melepas beban yang menghimpit karena sudah menjadi kebiasaan yang berkarat. Baginya siapapun dan apapun tentang orang lain yang tidak disukainya tertutup kemungkinan untuk dipahami secara obyektif dan rasional.

Status buruk!

Menggeneralisasi lawan politik dengan memproduksi prasangka buruk secara psikologis seperti itu dimaksudkan untuk memuasi permusuhannya. Baginya tidak ada secercah pun kebaikan. Yang nampak gunung sampah keburukan. Dengan cara begitu ia berhasil mengurangi hingga menghapuskan status dan citra baik orang lain di ruang publik. *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response