
Oleh Ridhazia
Ustaz Adi Hidayat begitu populer. Juga mengagumkan. Selain cerdas, ia juga tajir. Publik mengenal pria kelahiran Pandeglang ini bukan hanya penghafal Alquran yang fasih, ia sangat detail mengingat nomor ayat dan halaman kitab suci itu.
Kepopuleran inilah yang kemudian membedakan Adi dengan ustad lain yang ada di Indonesia. Tapi ikhwal kecerdasan di atas rerata pendakwah negeri ini, dengan rendah hati ia menjelaskan apa yang dilakukannya sebagai hal biasa saja. Katanya : “Bukan suatu kebanggaan untuk riya atau ujub seorang bisa menghafalkan Alquran dengan ayat dan nomornya”
Cerdas sejak kecil
Alumni UIN ini sudah cerdas sejak kecil. Dari sejak TK hingga perguruan tinggi pengetahuan agama dan pengetahuan umumnya sangat mumpuni dibanding teman seusianya.
IPK sebagai sarjana agamanya 3,98. Angka ini sempurna. Dan, pretasi akademik inilah yang menjadi alasan ia memilih belajar di Kuliyya Dakwah Islamiyyah di Tripoli, Libya untuk memperdalam al-Qur’an, Hadits, Fiqh, Ushul Fiqh, Tarikh, hingga Lughah.
Dilanjutkan lagi kuliah program S2 International Islamic Call College, juga di Tripoli, Libya. Sesaat setelah itu ia dianugerah doktor honoris causa dari International Astrolabe University dan dari Passion International University of America. Selain doktor honoris causa dalam bidang manajemen pendidikan Islam dari Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta (2023)
Belajar yang tak terputus seperti itu kata Adi Hidayat bermula dari ketaatan beragama, terutama membaca dan menghafal Alquran setelah solat tahajud. Ia konsisten mengalokasikan waktu dua jam dalam sehari untuk menghafal satu halaman Alquran. Sekaligus memahami.
Niat agar semata-mata karena Allah SWT akan lengkap jika disertai amalan bersedekah menjadi alasan dibalik kecerdasan siapa pun yang melakukannya hingga 100 kali lipat.
Tajir
Adi Hidayat kini menjadi Wakil Ketua I Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022-2027. Selain menjadi pendiri pusat kajian Islam Quantum Akhyar Institute (2013) dan kanal YouTube Adi Hidayat Official yang kini telah memiliki 3 juta subsribers dan ditonton lebih dari 201 juta kali.
Melansir laman id.noxinfluencer.com, kanal itu bisa menghasilkan uang sebesar Rp 214 juta tiap bulan.
Sebagai Direktur Quantum Akhyar Institute, ia memiliki pesantren di Bekasi dengan unit kegiatan pendukung antara lain Mira Institute, At-Taisir Learning Center, dan juga Akhyar International Islamic School, dan unit bisnis travel dan umrah. *
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.


