Kolom Sosial Politik

Belajarlah Sepakbola dari PALESTINA

55views

 

Oleh Ridhazia

Meski didera konflik bersenjata dengan Israel tiga bukan terakhir di Jalur Gaza, timnas Palestina masih bisa menembus 16 besar dan menjadi tim yang hebat mengikuti tahapan 8 besar pada ajang Piala Asia AFC 2024 di Qatar.

Padahal sebelum mengikuti ajang sepakbola internasional ini fasilitas olahraga di Palestina nyaris hancur dan tidak memenuhi standar lagi. Untuk berlatih saja, para pemain negeri diungsikan ke Tepi Barat yang relatif masih aman dari gempuran Israel. Malah sesekali tim Palestina ikut berlatih di negara Yordania, yang bertetangga.

Itu sebabnya media olahraga internasional kerap memuji ketangguhan Tim The Fedayeen yang masih bisa tampil profesional, pantang menyerah dan mempesona penggemar persepakbolaan dunia dalam keadaan yang memprihatinkan.

Apalagi skuad yang dijuluki Lions of Canaan termasuk tim ini baru yang tidak diperhitungkan ikut ajang persepakbolaan internasional. Pengalaman ikut kompetisi internasional pertama saja baru dimulai pada Pan-Arab Games 1999 di Yordania. Berbanding terbalik dengan tim dari negara lain yang aman jauh dari konflik dan kemiskinan dengan fasilitas olahraga yang mewah.

Jalan Berliku

Jalan berliku sebelum menjadi anggota FIFA dan menjadi anggota Asian Football Confederation (AFC) pada 2001 dialami negara Palestina. Pasalnya, hingga tahun 1994, di negeri ini masih terjadi konflik politik dan dianggap belum ada otoritas pemerintahan di Palestina.

Nasib sepakbola Palestina berubah setelah berdirinya Palestinian National Authority (PNA) melalui kesepakatan politik Oslo Accords antara Palestine Liberation Organization (PLO) dengan Israel pada 1993.

Klub Muslim

Menurut catatan Richard Henshaw dalam The Encyclopedia of World Soccer, perkembangan sepakbola di Palestina baru berkembang setelah Perang Dunia I setalah induk sepakbola Palestina yakni Palestine Football Association (PFA) berdiri sejak 14 Agustus 1928 di Yerusalem.

Tapi klub muslim saat itu hanya satu yaitu Islamic Sports Club. Selebihnya klub sepakbola Yahudi dan klub serdadu dari otoritas Inggris yang berkuasa sejak Perang Dunia I. *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response