
Oleh Ridhazia
Muslim di Indonesia akan merayakan Hari Raya Idul Adha dalam waktu yang berbeda. Pemerintah menetapkan hari raya keagamaan Haji pada Kamis, 29 Juni 2023. Sedangkan ormas keagamaan dengan jadual yang berbeda-beda.
Jadwal ini berbeda pula dengan di Arab Saudi yang menetapkan bahwa Hari Raya Haji jatuh pada Rabu, 28 Juni 2023 setelah melakukan pemantauan bulan setempat.
Penetapan hari Idul Adha sebagaimana juga Idul Fitri yang berbeda di Indonesia dengan Arab Saudi bukan kali ini terjadi. Tetapi telah beberapa kali terjadi antara lain tahun 2018, 1997, dan 1991. Demikian pula perbedaan serupa antara pemerintah dengan ormas keagamaan.
Beda antarormas
Perbedaan penetapan hari raya umat Islam ini ternyata juga terjadi di antara keputusan ormas keagamaan di Indonesia. Jika pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Adha pada 29 Juni 2023 yang sama persis waktunya dengan penetapan ormas Islam NU dan Persis. Muhamadiyah justru memutuskan Idul Adha lebih awal sehari pada 28 Juni 2023.
Malah dua ormas tarekat juga berbeda. Tarekat Satariah telah memutuskan pada 26 Juni 2023 dan Tarekat Naqsabandiah pada 27 Juni 2023
Menuju kemuliaan..
Perbedaan itu lazim terjadi dalam hidup manusia alih-alih seragam semua. Setidaknya ketika berbeda berpikir dan bersikap, selalu memerlukan beberapa sudut pandang yang pada gilirannya perbedaan itu menjadi sebuah solusi yang lebih baik.
Seorang bijak mengatakan perbedaan adalah rambu-rambu menuju sebuah kemuliaan. Dengan adanya perbedaan, manusia bisa lebih belajar untuk memahami dan menghargai. Bahkan dengan perbedaan menjadikan setiap manusia lebih kaya akan perasaan, ilmu, dan kedewasaan.
Kata bijak lainnya, hidup bukan tentang mempermasalahkan sebuah perbedaan, melainkan saling melengkapi kekurangan. *
- Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, kolumnis, pemerhati komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.


