Kolom Sosial Politik

Ngabuburit HARTA KARUN

37views

 

Oleh Ridhazia

Berburu barang loakan ternyata membikin sensasi seru.Terutama bagi yang menyukai tantangan. Mencari dan mendapatkan “harta karun” yakni barang langka, antik dan unik ini membuat kepuasan tersendiri. Apalagi barang-barang yang dicari miring harganya tapi masih layak simpan atau layak pakai.

Sensasi berburu barang bekas semakin asyik bersamaan ngabuburit selama puasa. Waktu menjelang magrib terasa terlalu singkat. Lapar dan haus pun seakan hilang dan terlupakan.

Babe dulu!

Jika dulu tempat jualan barang bekas disebut Pasar LOAK yang jualannya di emperan. Kini ada sebutan lain loakan yang keren yaitu toko BABE (dari kata Barang Bekas).

Belakangan muncul tren loak moderen. Istilahnya lebih kekinian yaitu THRIFTING (arti kata thrift yakni keberuntungan). Yakni jualan barang bekas yang telah didonasikan untuk amal. Tapi barang itu masih dalam kondisi baik.

Dibedakan PRELOVE. Pasar loakan ini khusus menjual barang bekas pakai dari koleksi pribadi. Entah itu baju, sepatu, tas hingga pernik-pernik bermerek, berkualitas dan fashionable.

Di Bandung

Loakan di Bandung selalu diserbu. Tak ada sepinya sekalipun bukan hari libur. Saya kerap menikmatinya. Untuk memenuhi hasrat membeli pakaian bekas ada Gedebage Mall. Untuk memenuhi kebutuhan onderdil bekas ada Pasar Astanaanyar atau Pasar Jatayu atau sekitaran Jalan Banceuy. Untuk mebeler, dan alat musik, elektronik ada Babe atau Brankas.

Pokoknya lengkap! *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response