
Oleh Ridhazia
Hari Guru hanyalah pelipur lara. Di negeri ini guru tak lebih terhormat dari buruh harian. Bahkan, kini sedang bermetamorfosis menjadi “budak belian” yang tak berdaya di depan tuannya.
Menjadi hamba para pengusaha pendidikan yang berkedok yayasan dan kaki tangan kedinasan. Sekaligus tahanan yang harus menunggu dibebaskan penjara administrasi.
Kualitas Guru
Ada 20 negara yang masuk dalam peringkat pendidikan terbaik 2023 berdasarkan peringkat yang dipublikasikan oleh World Population Review. Pendidikan di Indonesia tidak masuk di dalamnya. Harus puas berada pada peringkat 67 dari 203 negara.
Sementara Indonesia pada tahun 2022 pun masih di peringkat pendidikan ke-67. Sehingga, Indonesia memang belum berhasil menduduki 20 teratas dalam peringkat pendidikan. Sedangkan tahun 2021, Indonesia berada di peringkat ke-54 dari 78 negara.
Kuantitas sih…
Padahal berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), jumlah guru di Indonesia mencapai 3,36 juta orang. Angka ini tercatat pada semester ganjil tahun ajaran (TA) 2023/2024.
Dari jumlah tersebut, mayoritas guru mengajar di tingkat Sekolah Dasar (SD), yaitu sebanyak 1,47 juta orang atau menyumbang 43,89% dari keseluruhan guru di Tanah Air. Terbanyak kedua guru yang mengajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP), yaitu mencapai 673,3 ribu orang.
Berikutnya, guru yang mengajar untuk Sekolah Menengah Akhir (SMA) sebanyak 339,3 ribu orang dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 324,6 ribu orang. Keduanya menyumbang sekitar 10%-an dari total guru di Indonesia.
Sementara untuk guru yang mengajar di tingkat pendidikan yang lebih rendah, seperti Taman Kanak-kanak (TK) 263,4 ribu orang, Kelompok Bermain (KB),l 167,5 ribu orang, serta Satuan PAUD Sejenis (SPS) 46,1 ribu orang.
Jawa Barat Juara
Secara nasional, jutaan guru di Indonesia masih terkonsentrasi bekerja dan mengajar di pulau Jawa. Selebihnya saja menyebar di pelosok Tanah Air.
Berdasarkan wilayah mengajarnya, mayoritas guru paling banyak mengajar di Jawa Barat yaitu 474 ribu orang, Jawa Timur 410,8 ribu orang dan Jawa Tengah 352,9 ribu orang.
Sedangkan, jumlah pengajar paling sedikit terdapat di luar negeri, yaitu hanya 875 orang. Diikuti oleh guru yang mengajar di Papua Pegunungan sebanyak 6.903 orang dan Papua Selatan 8.250 orang. *
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung.


