Kolom Sosial Politik

Tidak KE MANA-MANA

44views

 

Oleh Ridhazia

Manusia adalah pencipta kebahagiaannya sendiri. Itu kata David Thoreau (1817-1862). Jadi tidak perlu mencari kemana-mana. Cukupilah oleh diri sendiri sesuai dengan ukuran kebahagiaan sendiri-sendiri.

Pernyataan itu pernah diungkapkan juga oleh Aristoteles (384-322 SM). Filsuf era Athena ini mengatakan bahwa kebahagiaan bergantung pada diri kita sendiri.

Subyektif!

Dalam khazanah ilmu pengetahuan psikologi bahwa bahagia tak lebih dari derajat penilaian seseorang atas kualitas hidupnya. Karena bersifat subjektif maka kebahagiaan diukur oleh frekuensi seberapa sering merasa senang (pleasant) dan prevalensi atas apa yang diinginkan (Rojas & Veenhoven, 2013).

Kebahagiaan ini kerap disebut eudaimonic (dari “eu” yang berarti baik dan “daimōn” yaitu kekuatan batin”) merujuk pada kondisi nihilnya rasa sakit dan munculnya perasaan tentram di dalam hati, kemudian hidup dalam keadaan tenang.

Berduit!

Bagaimana dengan duit. Studi kebahagiaan oleh Matthew Killingsworth dari University of Pennsylvania ( 2021) menunjukkan bahwa duit siginifikan menambah kualitas bahagia. Keduanya berkorelasi positif. Setidaknya terhadap pemenuhan menopang kesehatan. Juga suasana hati positif. *

  * Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response