Opini

Opini

Beginilah Esensi PEMAAFAN

Kolom Sosial Politik Oleh: Ridhazia SEMUA agama besar di dunia mempertimbangkan pemaafan (forgiveness) sebagai yang diyakini individu yang relijius. Sebab pemaafan berdampak positif dalam mempertahankan keharmonisan hidup antara diri sendiri, antara diri sendiri dengan orang lain dan manusia dengan Tuhan sebagai yang diyakini individu (Poloma & Gallup, 1990 dalam Bedell, 2002). Bukti ilmiah Seluruh penelitian mengkonseptualisasikan bahwa pemaafan sebagai proses mengurangi motivasi yang negatif menjadi positif. Secara ilmiah juga terbukti kalau pemaafan ( forgiveness) telah menjadi inti hidup manusia. Sekaligus menjadi hal yang paling penting dalam proses pemulihan komunikasi interpersonal...
Opini

Tolak ISRAEL!

Kolom Sosial Politik Oleh: Ridhazia URUSAN olahraga menjadi urusan negara dan agama. Kali ini terkait penolakan timnas Israel U-20 berlaga di Indonesia. Meski yang datang sebatas para pemain dan official pesepakbola yang boleh jadi netral secara politik. Penolakan ini beralasan. Indonesia dengan Israel tidak memilik hubungan diplomatik. Diperkuat sikap jaringan ormas Islam Indonesia dan MUI yang menganggap Israel sebagai negara zionis. Penjahat dan penjajah rakyat dan bangsa Palestina yang selama ini menjadi korban dari agresi, aneksasi, genosida dan politik apartheid Israel. Sudah lama ditolak... Kisruh olahraga dan politik Indonesia atas...
Opini

Ideologi Partai di Simpang Jalan?

Oleh: Budi Setiawan* ISU mengenai ideologi partai mencuat ketika Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengklaim bahwa parpol  berideologi di Indonesia hanya dua: partainya (Partai Bulan Bintang (PBB)) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sementara parpol lainnya, menurutnya sudah pragmatis (Kompas.com, 09/03/23). Klaim ini menimbulkan polemik di kalangan politisi partai lain yang merasa klaim Yusril hanya sepihak. Meski kemudian Yusril mengklarifikasi pernyataannya bahwa semua partai mempunyai ideologi, namun yang jelas pernyataan ini cukup menarik. Karena, dalam sistem kepartaian masyarakat demokratis, ideologi selalu melekat dengan partai-partai yang tumbuh...
Opini

Tabloid Salam Edisi November 1987

Kolom Media Lawas Oleh: Kin Sanubary SALAM Lembaran Jum'atan "Menuju Kebahagiaan Dunia dan Akhirat" Terbitan Perdana No.1 Tahun ke-1 Exdisi 6-12 November 1987 M/ Mulud 1408 H. Romantisme membaca tabloid lawas SALAM edisi Perdana, 36 tahun silam. Hadirnya surat kabar mingguan SALAM dan media cetak keagamaan bernuasa Islam mendapat sambutan dari pembaca dan masyarakat yang merindukan bacaan penyejuk hati. SALAM menjadi media yang bisa meyakinkan dan mengajak para pembacanya untuk berpedoman kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah dan mengaplikasikannya dalam pelaksanakan kehidupan sehari-hari. SALAM tampil dengan wajah menarik dan penuh warna, hadir...
Opini

Harian Indonesia Raya Edisi 24 Maret 1958

Kolom Media Lawas Oleh: Kin Sanubary ROMANTISME membaca koran lawas Indonesia Raya terbitan 65 tahun silam. Harian Umum Indonesia Raya merupakan salah satu surat kabar yang terbit di Indonesia dalam tiga jaman. Yaitu Masa Kemerdekaan, zaman Orde Lama (Orla) hingga era Orde Baru (Orba). Mengalami pembredelan beberapa kali dan terbit dalam dua periode yaitu tahun 1949-1968 dan 1968-1974. Indonesia Raya pertama kali terbit sejak 7 Oktober 1958 dipimpin oleh tokoh pers nasional Mochtar Lubis. Mochtar Lubis pernah mengalami dipenjara dan menjalani tahanan rumah karena pemberitaan Indonesia Raya selalu mengritisi pemerintah...
Opini

Segregasi politik KAMPUS!

Kolom Sosial Politik Oleh Ridhazia MUNGKIN sudah dianggap tidak zamannya lagi segregasi politik di kampus. Tak kecuali ketika memilih rektor. Terbentuknya tim sukses dan kubu-kubu politik yang lazim menandai pergantian pimpinan kampus sudah berakhir. Pola lama ke politik pecah-belah dan adu domba civitas kampus itu dianggap hanya akan menambah polarisasi kepentingan semakin tajam. Lebih jauh lagi menimbulkan pergesekan hingga permusuhan karena perbedaan dukungan. Dan, lebih jauh lagi menimbulkan penghambaan karir kepada pemenang. Sekaligus pengkhianatan pada kelompok yang berseberangan Apa itu segregasi... Kampus itu representasi praktek politik segregasi. Berdasarkan bahasa, arti...
Opini

Skeptis pada GPT!

Kolom Sosial Politik Oleh: Ridhazia ChatGPT (generative petranaied Transformer) model bahasa kecerdasan buatan besar (large language model) untuk merefleksikan komunikasi manusia. Meskipun memicu kekhawatiran, chatGPT telah disemai 100 juta penyukanya dalam dua bulan untuk diterima publik dunia. Masih mau berdalih-dalih? Walakin, potensi AI membuat kesalahan yang mengerikan sangat terbuka. Tapi menyempurnakannya dengan berusaha mengikuti cara kerja kognitif manusia, sebuah keniscayaan. Saya membaca, di Denmark sebuah kelompok yang mendirikan Partai sintetis menggunakan kecerdasan buatan untuk menyusun kebijakan berdasarkan data. Yang disebut politik algoritma. Di Jepang kini dikembangkan e-nlightement yakni perangkat lunak...
Opini

Anita Cemerlang Edisi Februari 1993

Kolom Media Lawas Oleh: Kin Sanubary ROMANTISME membaca Majalah Anita Cemerlang edisi Februari 1993, terbitan 30 tahun silam. Anita Cemerlang merupakan majalah bulanan yang berisi kumpulan cerpen populer, cerita pendek yang banyak bercerita tentang kisah kasih remaja, cerita asmara anak muda dan problematika muda-mudi. Anita Cemerlang terbit dan beredar antara tahun 1978 hingga awal tahun 2000. Sampul muka Dina seorang model cantik yang masih remaja menjadi cover story Anita untuk bulan Januari. Nama lengkapnya Dina Riana Sibuea dan masih sekolah di SMP Negeri 45 Jakarta. Dina masih kelihatan imut-imut dan...
Opini

ChatGPT Mengancam Kita?

Kolom Sosial Politik Oleh: Emeraldy Chatra ELON Must, tokoh utama mobil listrik Amerika Serikat dengan merek Tesla baru saja membuat mata dunia tertuju pada produk barunya. Tapi kali ini produknya cukup jauh kaitannya dengan mobil. Bersama Sam Altman ia mendirikan laboratorium OpenAI yang mengembangkan ChatGPT, sebuah aplikasi kecerdasan buatan. ChatGPT dianggap sebuah lompatan eksponensial dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan. Ia mampu menjawab berbagai pertanyaan sulit dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Sunda. Dapat pula membuat website dengan sangat cepat, seperti tidak berpikir. Kehadiran ChatGPT dirasa menakutkan karena kemampuannya yang luar biasa...
Opini

Hidup HEDON!

Kolom Sosial Politik Oleh: Ridhazia HEDONISME saat ini disandingkan dengan makna kemewahan. Suatu gaya hidup yang cenderung konsumtif. Semisal rumah luas dan mewah. Juga kendaraan yang super mahal. Semua itu terkait jumlah kekayaan yang melimpah. Kata hedonis di negeri ini kembali populer setelah terbongkar ada pejabat yang superkaya di luar batas profil sebagai seorang pegawai negeri. Dan, salah satu anaknya mempertontonkan mobil dan motor mewah yang super mahal. Apa itu hedonis..? Awal kata hedonisme -- dari hedone yang artinya kesenangan -- sebenarnya sudah menjadi diskusi panjang para filosof sejak tahun...
1 10 11 12 13 14 21
Page 12 of 21