Opini

Opini

Barang musiman itu : POLITISI!

Kolom Sosial Polotik Oleh: Ridhazia POLITISI Indonesia asyik sendiri dengan mewacanakan perkoalisian. Satu partai dengan partai lainya sedang masuk musim merumuskan formula bagaimana berkuasa dan bagaimana pula menafikan kekalahan atas lawan koalisi lain. Barang musiman Politisi ibarat barang musiman. Barang yang hanya mempunyai permintaan tinggi pada musimnya. Lakunya sesaat saja. Jika sudah melewati waktunya, langsung menghilang dari peredaran. Itu pula yang memosisikan politisi seumpama barang langka. Mungkin juga mahal harganya. Itu pula yang mungkin menjadi alasan Will Rogers berpendapat kalau menjadi politisi itu mahal, bahkan untuk kalah kontestasi pun harus...
Opini

Ideologi Partai di Simpang Jalan?

Oleh: Budi Setiawan* ISU mengenai ideologi partai mencuat ketika Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengklaim bahwa parpol  berideologi di Indonesia hanya dua: partainya (Partai Bulan Bintang (PBB)) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sementara parpol lainnya, menurutnya sudah pragmatis (Kompas.com, 09/03/23). Klaim ini menimbulkan polemik di kalangan politisi partai lain yang merasa klaim Yusril hanya sepihak. Meski kemudian Yusril mengklarifikasi pernyataannya bahwa semua partai mempunyai ideologi, namun yang jelas pernyataan ini cukup menarik. Karena, dalam sistem kepartaian masyarakat demokratis, ideologi selalu melekat dengan partai-partai yang tumbuh...
Opini

Ketika FLEXING!

Kolom Sosial Politik Oleh: Ridhazia BERBAGI kebahagiaan dan pamer memang beda tipis. Padahal sesungguhnya bisa seperti "api yang perlahan memakan kayu". Itu kata-kata seorang bijak Dan, kata-kata itu terbukti benar. Sejumlah istri dan anak-anak pejabat yang suka mengunggah foto dan video pamer barang mewah toh gilirannya sang ayah dan suami harus berurusan dengan penegak hukum. Dipertanyakan asal-usul kekayaannya. FLEXING! Dalam bahasa gaul, pamer di media sosial itu populer disebut FLEXING. Yakni mendemonstrasikan sesuatu yang dimiliki kepada teman sepergaulannya. Other than showing off! Tapi tidak demikian di mata sang bijak. Katanya,...
Opini

Tabloid DeTIK Edisi 11 Mei 1994

Kolom Media Lawas Oleh: Kin Sanubary TABLOID DeTIK merupakan surat kabar mingguan berita, opini dan politik. Tabloid DeTIK terbit dan beredar menjelang tumbangnya pemerintahan Orde Baru (Orba). Tabloid DeTIK tirasnya mencapai 450.000 eksemplar. Berita politik menjadi bacaan paling diminati para pembaca. Sepak terjang para politikus intrik-intrik, serta kasus yang menyertainya banyak diintip para pembaca. Serta maraknya kasus hukum di Indonesia memancing minat masyarakat untuk mencari banyak informasi seputar hukum dan kasus-kasus besar di tanah air. Tabloid DeTIK hadir di tengah-tengah masyarakat menyampaikan informasi secara jelas dan gamblang. DeTIK dengan slogannya...
Opini

Hikmah Buka Puasa Bersama

Oleh R Djamu Kertabudi* LARANGAN berbuka puasa bersama oleh pemerintah pusat baru-baru ini ditafsirkan melebar oleh sementara pihak. Padahal pemerintah melarang acara ini ditujukan bagi instansi pemerintah yang menggunakan dana yang bersumber dari APBN/APBD. Di kalangan warga, justru acara buka puasa bersama ini sudah merupakan kultur yang bernuansa religi. Karena itu, buka puasa bersama yang diprakarsai organisasi P4KBB yang digelar hari Jumat 7 Maret 2023 tampak sarat makna dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Acara dihadiri para aktivis baik dari unsur ormas/LSM, dan kader partai, tidak ketinggalan kaum srikandi, yang...
Opini

Ideologi Partai di Simpang Jalan?

Oleh: Budi Setiawan* Isu mengenai ideologi partai mencuat ketika Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengklaim bahwa parpol  berideologi di Indonesia hanya dua: partainya (Partai Bulan Bintang (PBB)) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sementara parpol lainnya, menurutnya sudah pragmatis (Kompas.com, 09/03/23). Klaim ini menimbulkan polemik di kalangan politisi partai lain yang merasa klaim Yusril hanya sepihak. Meski kemudian Yusril mengklarifikasi pernyataannya bahwa semua partai mempunyai ideologi, namun yang jelas pernyataan ini cukup menarik. Karena, dalam sistem kepartaian masyarakat demokratis, ideologi selalu melekat dengan partai-partai yang tumbuh...
Opini

Indonesia dihukum FIFA

Kolom Sosial Politik Oleh: Ridhazia INDONESIA terhindar dari sanksi berat FIFA setelah batal menggelar Piala Dunia U-20 2023. Organisasi sepak bola internasional tersebut hanya memberikan sanksi administrasi kepada PSSI. Terhindari dari sanksi pengucilan dari sepakbola dunia. Istilahnya, Indonesia hanya mendapat kartu kuning. Sekadar diingatkan untuk tidak melakukan pelanggaran serupa di waktu mendatang. Bukan kartu merah. Langsung dikeluarkan dan dilarang untuk mengikuti seluruh turnamen internasional. Tak kecuali Sea Games pada akhir bulan April 2023. Kabar baik ini disampaikan Ketua PSSI Erick Thohir yang tengah berada di Paris, Prancis, Kamis (6/4) selepas...
Opini

Koalisi Besar Menuju Paslon Presiden Tunggal

Oleh: Budi Setiawan* WACANA  koalisi besar mencuat dalam dua pekan terakhir ini. Berawal dari pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto  yang akan meleburkan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). KIB merupakan koalisi yang dibentuk partai Golkar bersama PPP dan PAN. Sementara KKIR gabungan kekuatan partai bentukan Gerindra dan PKB. Diluar rencana koalisi besar itu, sebelumnya telah ada Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang dibentuk Partai Demokrat, Nasdem dan PKS. Bahkan koalisi ini sudah menggadang-gadang calon presiden lebih dini, yakni Anies Rasyid Baswedan. Pembentukan koalisi besar...
Opini

DPR pun minta SARUNG

Kolom Sosial Politik Oleh Ridhazia ALIH-alih membicarakan hal serius mengenai evaluasi kilang-kilang Pertamina yang terbakar dan meledak, anggota Komisi VII DPR dari Partai Gerindra mengeluhkan sulitnya mendapatkan sumbangan sarung dari PT Pertamina (Persero). Wakil rakyat itu mengeluh saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Pertamina di Senayan. Rencananya sarung itu akan dibagikan kepada rakyat menjelang lebaran. Kurang Sedekah Nyambung dengan permintaan sarung, wakil rakyat dari Golkar malah menduga-duga musibah ledakan yang terjadi di Pertamina baru-baru ini bisa saja karena perusahaan migas ini kurang dalam bersedekah. Tetapi Dirut PT Kilang Pertamina...
Opini

Hidup di negeri PRASANGKA

Kolom Sosial Politik Oleh: Ridhazia ENTAH berapa orang di Indonesia menjadi tersangka. Terakhir giliran pejabat kementerian keuangan. Setelah anaknya dijadikan tersangka penganiyaan oleh kepolisian, giliran sang ayah menjadi tersangka korupsi oleh KPK. Mungkin, juga istrinya diancam penjara. Pasalnya, ia pamer (flexing barang super mewah di media sosial). Sisa permusuhan.. Repotnya hidup di negeri prasangka. Bisa hancur karena dibangun dari sisa permusuhan yang akut, menyebar, dan tak berujung. Tak hanya alasan beda pendapat, tapi juga beda pendapatan. Pintar bodoh, kaya miskin, kota desa yang semakin menganga yang boleh jadi menjadi bom...
1 8 9 10 11 12 21
Page 10 of 21