Opini

Opini

Koq lebaran FASHIONABLE

Kolom Sosial Politik Oleh: Ridhazia KALAU lebaran koq fashionable. Tampil serempak dan seragam. Warna baju dari nenek dan kakek hingga buyut dan cicit sama. Padahal dalam keseharian biasa saja. Ternyata.. Dari perspektif psikologi keseragaman berbusana dalam suatu keluarga dipercaya menuntun pada pentingnya penampilan fisik penggunanya sebagaimana ungkapan populer " first impression" yakni untuk memberi efek ekspektasi pencitraan. Disebut pencitraan karena berpakaian identik dengan keputusan mengubah agar yang tidak terlihat menjadi terlihat. Mengungkap identas siapa diri tanpa harus mengatakan apa pun kepada siapapun (Tucker dan Kingswell dalam Kuruc, 2008:195). Identitas kelas...
Opini

Nasihat emas PERBEDAAN

Kolom Sosial Politik Oleh Ridhazia YANG sepele bagimu, bisa berarti segalanya bagi orang lain. Itu nasihat emas tentang bagaimana memahami narasi berbeda dan konflik. Sebab tidak ada yang salah dengan perbedaan dan konflik. Terlebih lagi perbedaan diantara seluruh manusia tejadi sebagai anugerah. Dan, semua itu bukan hasil pilihan dan permintaan. Perbedaan dan konflik bersifat inheren dengan kehidupan. Pendek kata, perbedaan dan konflik akan terus terjadi setiap ruang dan waktu, di mana saja dan kapan saja. Istilah “konflik” sendiri secara etimologis berasal dari bahasa Latin “con” yang berarti bersama. Dan “fligere”...
KeluargaOpini

Ruang, Ranah dan Etika Publik

AYAH INKLUSIF: Oleh Farhan Helmy (  President Dilans Indonesia) Sebagai Duta Ayah DILANS (Difabel dan Lansia) Kota Bandung, salah satu kewajibannya adalah menjadi corong dalam mengadvokasi dan melakukan literasi peran ayah ( parenting) dalam keluarga terutama untuk warga difabel. Selasa, 12 April lalu, saya melakukan tugas ini dalam dialog di radio Sonata untuk memaparkan pandangan saya dalam kemasan dialog interaktif radio: "Menjadi Ayah Inklusif dalam Keluarga dan Lingkungannya". https://www.youtube.com/live/W6WwXFshg70?feature=share Untuk literasi dan memperluas pemahaman kita tentang inklusivitas saya tuliskan secara ringkas dalam uraian berikut untuk melengkapi dialog. Penyandang Disabilitas (#PWD)...
Opini

Asyik beda LEBARAN!

Kolom Sosial Politik Oleh: Ridhazia BAGAIMANA akal sehat Walikota Pekalongan dan Walikota Sukabumi ketika memutuskan tidak memberikan izin kepada jemaah Muhammadiyah untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1444 Hijriyah pada 21 April 2023 mendatang di lapangan kedua kota ini, meski endingnya diizinkan pula setelah viral dalam perdebatan publik. Sedangkan seorang bijak mengatakan, akal sehat itu sederhana. Yakni, meletakan sedikit perasaan pada akal agar lembut. Dan, letakan sedikit akal pada perasaan agar lurus. Beda itu biasa! Itu sebabnya, tidak ada yang salah dengan perbedaan.Yang bermasalah adalah keegoisan sang manusia saja dalam memandang...
Opini

Moral Hazard Sang WALIKOTA

Kolom Sosial Politik Oleh: Ridhazia DUGAAN terkuat mengapa korupsi di Indonesia tak pernah surut diduga karena politik transaksi yang telah menyebabkan biaya politik tinggi. Untuk mengganti seluruh biaya politik, korupsi berpeluang menjadi pilihan dengan mengajak pihak swasta merekayasa proyek pemerintah. Demikian pula dalam kasus yang menimpa Walikota Bandung Yana Mulyana. Mengapa politisi muda itu harus terjerat OTT oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagaimana pernah menimpa Walikota Bandung Dada Rosada (2013) yang berurusan dengan tindak pidana korupsi. Mengapa ia tidak belajar dari kesalahan serupa dari politisi lain yang mendapat posisi terhormat...
Opini

Jejak BANDUNG SMART CITY

Kolom Sosial Politik Oleh: Ridhazia WALI Kota Bandung Yana Mulyana di OTT KPK terkait dugaan suap pengadaan CCTV di wilayah Kota Bandung untuk program Bandung Smart City (BSC). Ada belasan lainnya yang ikut di OTT dalam perkara ini. Kejadian ini tentu saja dapat menghapus harapan penduduk Bandung menikmati kota yang cerdas. Apa itu BSC? Konsep smart city ini bertujuan untuk mempermudah segala urusan dengan dukungan konektivitas tinggi dari pemanfaatan teknologi informasi (TI). Di Indonesia sudah ada 8 kota yang sudah menerapkan Smart City, yakni Jakarta, Semarang, Denpasar, Makassar, Yogyakarta, Surabaya,...
Opini

Majalah GATRA Edisi November 1997

Kolom Media Lawas Oleh: Kin Sanubary MAJALAH GATRA terbit sejak tahun 1994, didirikkan oleh beberapa orang mantan awak Majalah Tempo yang dibredel oleh pemerintah Orde Baru dan berhenti terbit sejak 21 Juni 1994. GATRA hadir sebagai sebuah majalah berita mingguan baru, GATRA mampu menampung 80% mantan karyawan Tempo, salah seorang pendirinya yaitu mantan redaktur senior Majalah Tempo yaitu Herry Komar menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Berita Mingguan GATRA. Nasib TKI di Arab Saudi Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tampaknya tidak lagi memberi ampun kepada warga N Negara asing (WNA) yang menetap...
Opini

Mengapa MUDIK?

Kolom Sosial Politik Oleh: Ridhazia DIBERITAKAN total jumlah potensi pergerakan mudik Lebaran 2023 akan mencapai 123,8 juta orang. Jumlah pergerakan pemudik tahun ini meningkat pesat dibanding tahun 2022 yang hanya tembus sebanyak 85 juta orang. Mengapa mudik? Dalam tafsir budaya kontemporer mudik itu singkatan 'mulih dilik' yang artinya pulang sebentar. Kesadaran yang dikonstruksi sebatas nostalgia saja yakni pengalaman subyektif atas dasar sentimentalitas pada masa lalu. Sedangkan menurut tafsir antropologi, fenomena mudik tak lebih sebagai kelanjutan proses dari hikayat kuno yakni perpindahan manusia. Jika pada awalnya urbanisasi yakni migrasi manusia dari...
Opini

Glorifikasi SANG KORUPTOR!

  Kolom Sosial Politik Oleh: Ridhazia PENYAMBUTAN yang super meriah atas Anas Urbaningrum selepas ke luar dari penjara Sukamiskin menjadi tontonan miris. Meski selebrasi bagi koruptor ini bukan untuk pertama kali terjadi. Hal serupa pernah dilakoni pedangdut Saiful Jamil dan Walikota Cilegon Syafaat selepas menjalani hukuman. Keduanya disambut bak pahlawan di kampung halamannya. Padahal sesungguhnya para tokoh publik ini sudah rerbukti secara hukum telah melakukan kesalahan dan menjalani hukuman karena kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Glorifikasi! Fenomena glorifikasi penyambutan terpidana korupsi dari penjara menyisakan tanya. Bagaimana mungkin, sesuatu yang ditafsirkan...
Opini

Babak baru ADE ARMANDO

Kolom Sosial Politik Oleh: Ridhazia ADE Armando diberitakan memilih jalan baru kehidupannya. Ia telah resmi menjadi politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Posisinya sebagai dosen sekaligus pegawai negeri sipil pada Universitas Indonesia (UI) otomatis ditinggalkan. Ia pensiun lebih awal pada usia 62 tahun. Seperti diketahui, Ade Armando pernah menjadi korban pengeroyokan di depan Gedung MPR/DPR Senayan pada Senin (4/11/2022) lalu. Ia mendapatkan bogem mentah dari pria bertopi dan tersungkur di atas aspal setelah sekitar 30 orang bergantian melucuti dia hingga hanya bercelana dalam dengan keadaan babak belur. Ia pun memperoleh perawatan...
1 7 8 9 10 11 21
Page 9 of 21