Opini

Opini

Majalah Mangle Edisi Januari 1967 dan Puluhan Media Cetak Sunda

Kolom Media Lawas Oleh: Kin Sanubary MAJALAH Mangle merupakan majalah berbahasa Sunda yang terbit sejak 21 November 1957 di Kota Bogor selanjutnya Mangle diterbitkan dari Kota Bandung. Adapun para pendiri Majalah Mangle yaitu Oetoen Moechtar, E Rohamina Sudarmika, Wahyu Wibisana, Sukanda Kartasasmita, Saleh Danasasmita, Utay Moechtar dan Alibasah Kartapranata. Mangle kini menjadi satu-satunya majalah berbahasa Sunda yang masih terbit dan beredar. Majalah Mangle terbitan bulan Januari 1967 tampil dengan Sekar Mangle (cover story) Enden Heni Mojang Priangan asal Kota Hujan Bogor, untuk harga eceren Mangle ketika itu Rp 12,50 per-edisi....
Opini

Beginilah CINTA PERTAMA!

Kolom Sosial Politik Oleh: Ridhazia CHARLES dinobatkan sebagai Raja Inggris. Dalam acara seremonial terbesar selama tujuh dekade ini sekaligus membuktikan ketangguhan cinta pertama Sang Penguasa Kerajaan Inggris ke-40 atas Ratu Camella yang tak lain perempuan cinta pertamanya. Bak dongeng, pasangan ini menikah pada 9 April 2005. Chrales sebagai duda dari Putri Diana (1961-1997) dan Camella janda dari Andrew Parker Bowles. Usia keduanya tak muda lagi. Malah, sudah sangat tua. Dan masing-masing sudah beranak pinak dewasa. Bersemi kembali... Kalau seorang bijak menulis "pernikahan bukan hanya urusan satu hari. Tapi, itu adalah...
Opini

Penjara untuk Sang Jenderal

  Oleh Ridhazia TEDDY Minahasa telah dinyatakan bersalah dan dihukum penjara seumur hidup. Bukan hukuman mati sebagaimana tuntutan jaksa. Padahal Jenderal polisi ini terbukti melanggar Pasal 114 ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Meski belum inkrah yakni memiliki kekuatan hukum tetap karena putusan dan masih berpeluang diajukan upaya hukum lagi berita dari dunia peradilan narkoba mbuat publik kaget dengan keputusan hakim. Banyak pihak yang skeptis. Lebih jauh lagi menyelidik keputusan hakim tersebut. Adalah mantan Hakim Agung Prof Krisna Harahap yang...
Opini

Kudjang Kalawarta Edisi Desember 1967

Oleh Kin Sanubary KUDJANG Kalawarta Kudjang terbitan akhir Desember 1967, 56 tahun silam. Kali ini Kolom Media Lawas mengulas surat kabar berbahasa Sunda "Kudjang" yang terbit menjelang Hari Raya Lebaran, Natal Dan Tahun Baru 1968. Ketika itu Kudjang terbit hanya 4 halaman dengan harga eceran Rp 2,5 terbit seminggu sekali. Harga langganan perbulan Rp 10. Apa pun di box redaksi tercantum nama-nama jajaran redaksi yaitu Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi Ema Bratakoesoema dan Dewan Redaksi terdiri dari RE Hidayat S, Ewo Kustiwa, Rachmat Basuni dan Engkos Kosasih. Koran Bahasa Sunda...
Opini

Jejak DELUSI MESIANIC

Oleh Ridhazia MUNGKIN hanya Mustofa NR yang mencalonkan diri menjadi wakil Nabi di tengah ambisi politisi Tanah Air menjadi wakil presiden menjelang pilpres 2024. Namun sayang, lansia yang menembakan air softgun secara membabi buta itu wafat di pelataran parkir gedung megah para ulama berkantor sebelum polisi mengetahui motif tindakannya. Pria asal Lampung itu sebelumnya pernah diberitakan melakukan aksi serupa di gedung DPRD Lampung pada tahun 2017 silam. Delusi Mesianic Dalam pandangan psikologi, kemunculan kasus Mustofa NR yang mengaku-ngaku sebagai wakil Nabi -- sebagaimana pada kasus serupa yang mengakui sebagai sosok...
Opini

Nyali PETARUNG

Kolom Sosial Politik Oleh: Ridhazia SELAMAT datang kembali di Bandung. Atau di tempat lain. Beristzirahatlah secukupnya. Bersiaplah kembali bekerja. Petarung! Mudik tak hanya urusan memuasi keinginan pulang kampung. Tapi kerap beririsan dengan urusan nyali. Yakni keberanian menanggung resiko. Dari mulai resiko kelelahan fisik hingga tekanan psikis. Pendek kata, mudik itu serupaan manusia petarung. Memilih berani hidup lebih rumit. Bukan berani mati. Mau menerima keputusan rumit yang bisa jadi tak terduga. Sebagai petarung, ia bersedia untuk terjaga dari tekanan. Tentu saja, memiliki ketahanan (resilience) menghadapi keguncangan. Hal itu hanya mungkin dilakukan...
Opini

Memilih yang ABSURD

Kolom Sosial Politik Oleh: Ridhazia KATA absurd dimaknai sebagai mustahil, tidak masuk akal, bahkan konyol. Sebagaimana asal-usul kata absurd dari bahasa Latin "absurdum" yang berarti tidak selaras, sesuatu yang ganjil atau tidak bisa dijelaskan dengan nalar. Filsuf Yunani Kuno Plato menjelaskan kalau absurditas sebagai penalaran yang salah. Tetapi bagi Francis Bacon (1561-1626) kalau absurditas tak selayaknya diabaikan. Justru menjadi permulaan berpikir, setidaknya sebagai imajinasi meskipun tidak dapat dijelaskan dengan nalar. Absurdisme Politik Politik dan absurditas dua hal yang kerap berkaitan ketimbang persoalan lain. Hal ini bisa ditemukan dalam buku “The...
Opini

Buku: Pendorong Entitas Urang Sunda

Kolom Sosial Politik Oleh: Budi Setiawan PADA 23 April 2023 lalu, dunia memperingati Hari Buku Sedunia (World Book Day). Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melalui United Nations Education, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) telah menetapkan tanggal tersebut sejak 1995 pada Konferensi Umum UNESCO di Paris. Peringatan Hari Buku Sedunia juga dijadikan momentum penghormatan kepada buku dan penulis (books and copyright) di seluruh dunia serta mendorong setiap orang untuk mengakses buku. Hari Buku Sedunia tahun 2023 ini mengangkat tema "Indigenous Languages" (Bahasa Pribumi). Tema yang diangkat tahun ini menarik memang. Menurut UNESCO, tema...
Opini

Sebegini Biaya NYAPRES

Kolom Sosial Politi Oleh: Ridhazia JANGAN membayangkan enaknya menjadi presiden. Dibalik posisi prestisius itu ada duit yang harus mengalir deras. Tekanan psikologis yang berat. Selain kelelahan yang berkepanjangan. Mungkin saja pada gilirannya berpotensi menjadi pengutang. Entah utang uang. Atau, utang jasa kepada para pendukungnya. Sebegini... Presiden terpilih faktanya bukan hanya urusan ideologi atau popularitas tokoh yang dicalonkan. Juga yang terbesar dan mengubah kesuksesan menuju Istana karena dukungan kekuatan kapital (capital) yakni modal uang tunai. Pendek kata, perolehan dukungan yang melimpah signifikan dengan sukses capaian kemenangan. Hal ini setidaknya telah dibuktikan...
Opini

Majalah Aktuil Edisi Mei 1969

Kolom Media Lawas Oleh: Kin Sanubary MAJALAH Aktuil merupakan majalah musik pertama di Indonesia yang mempublikasikan perkembangan musik mutakhir baik dalam negeri maupun mancanegara. Pada saat itu di Bandung banyak berdiri grup musik yang sedang populer dan melambung namanya seperti The Peels, Rhapsodia dan The Rollies pas dengan semangat yang diusung oleh Majalah Aktuil. Aktuil membahas dan mengulas berita tentang musik secara tuntas dan menarik. Di samping musik, Aktuil juga menyajikan informasi seputar berita hiburan, film dan humor. Aktuil memiliki motto "Majalah untuk Generasi Muda dan Mereka yang Berhati Muda",...
1 6 7 8 9 10 21
Page 8 of 21