Kolom Sosial Politik

OI Setelah AI

86views

Oleh Ridhazia

Sebuah penelitian tengah menciptakan otak manusia di laboratorium. Tujuannya adalah untuk mendorong industri komputasi dengan kecerdasan organoid (OI). Otak yang dimaksud di sini bukan seperti organ tubuh manusia. Namun akan berfungsi sebagai perangkat keras biologis.

Teknologi OI akan menjadi masa depan kecerdasan buatan yang menggunakan otak manusia yang diyakini oleh pakar teknologi bakal membuat kehidupan manusia semakin mudah.

Apa itu OI

Organoid intelligence disebut sebagai pengembangan artificial intelligence yang lebih lanjut untuk menciptakan kekuatan biokomputer dengan sel otak manusia. Ilmuwan yang fokus dengan penelitian OI berasal Johns Hopkins Univeristy.

Secara umum, penelitian ini menggaris bawahi jika biokomputer atau biological computing bisa saja lebih efisien dan lebih cepat dibanding komputer berbasis chip Silicon Valey atau AI. Ditambah lagi, OI diklaim menggunakan lebih sedikit energi dalam pengoperasiannya.

Beda dengan AI

Meski berasal dari sumber yang sama, AI dan OI memiliki perbedaan. Jika AI berfokus pada kecedasan buatan berbasis sistem artifisial yang bisa diatur dalam konteks ilmiah, maka OI disebut-sebut melampaui kemampuan itu.

Teknologi komputer yang satu ini dibuat dengan basis sel otak manusia. Karena itu, hasil dari biokomputer OI diharapkan lebih sempurna dari kecerdasan buatan bebasis artifisial seperti AI. Pengembangan OI sebetulnya ikut andil dari kecanggihan AI. Bisa dibilang, kemajuan AI juga akan sangat berpengaruh pada kecanggihan komputer biologis ini.

Penelitian organoid intelligence juga digarap demi meningkatkan pemahaman manusia tentang perkembangan otaknya sendiri, misalnya dalam hal ingatan. *

  • Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, kolumnis, pemerhati komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response